Resonansi adalah delokalisasi elektron pada molekul atau ion
poliatomik tertentu dimana ikatannya tidak dapat dituliskan dalam satu struktur
Lewis.
Struktur molekul atau ion yang
mempunyai delokaliasi elektron disebut dengan struktur resonan. Masing-masing
struktur resonan dapat melambangkan struktur Lewis, dengan hanya satu ikatan kovalen antara masing-masing
pasangan atom. Beberapa struktur Lewis digunakan bersama-sama untuk menjelaskan
struktur molekul. Namun struktur tersebut tidak tetap, melainkan ada sebuah
osilasi antara ikatan rangkap dengan elektron, saling berbolak-balik. Maka dari
itu disebut dengan resonansi. Struktur yang sebenarnya mungkin saja adalah
peralihan dari dua struktur resonan. Bentuk peralihan (intermediet) dari
struktut resonan disebut dengan hibrida resonan.
Resonansi dalam kimia diberi simbol garis dengan dua arah panah (↔).Ketika kita menggambarkan struktur Lewis dari Ozon (O3), aturan oktet akan terpenuhi jika kita menempatkan ikatan rangkap dua di antara atom O pusat dengan salah satu dari dua atom O ujung. Karena itu kita dapat menggambarkan ikatan rangkap dua baik dengan atom O pada ujung kiri maupun kanan, dan keduanya merupakan struktur yang identik. Perhatikan contoh resonansi
ozon (O3) berikut ini:
Resonansi dalam kimia diberi simbol garis dengan dua arah panah (↔).Ketika kita menggambarkan struktur Lewis dari Ozon (O3), aturan oktet akan terpenuhi jika kita menempatkan ikatan rangkap dua di antara atom O pusat dengan salah satu dari dua atom O ujung. Karena itu kita dapat menggambarkan ikatan rangkap dua baik dengan atom O pada ujung kiri maupun kanan, dan keduanya merupakan struktur yang identik. Perhatikan contoh resonansi
ozon (O3) berikut ini:
Pada
ozon, terdapat perpindahan elektron antar inti yang dijelaskan dengan anak
panah. Perhatikan contoh berikut:
Oleh karena banyaknya struktur
yang terbentuk apabila mengalami resonansi maka dalam penggambaran struktur
lewis nya dengan mendistribusikan kepadatan elektron yang sama di antara
ikatan. Biasanya ditandai dengan garis putus-putus. Untuk molekul benzena (C6H6),
biasanya digunakan lambang lingkaran didalam struktur benzen yang menunjukan
distribusi yang merata dari ikatan sekeliling cincin karbon.
Gambar 1.6. Garis putus-putus pada NO2-
dan NO3- dan lambang lingkaran pada C6H6
Molekul-molekul
yang mengalami resonansi dalam pembentukan ikatan kimia akan memiliki energi
yang lebih rendah atau sering disebut dengan energi resonansi. Dengan adanya
energi resonansi menandakan molekul yang mengalami resonansi lebih stabil
daripada molekul dengan ikatan kimia yang biasa.
Sifat Umum Resonansi
Molekul
atau ion yang dapat beresonansi mempunyai sifat-sifat berikut:
- Dapat dituliskan dalam beberapa struktur Lewis yang disebut dengan struktur resonan. Tetapi tidak satupun struktur tersebut melambangkan bentuk asli molekul yang bersangkutan.
- Di antara struktur yang saling beresonansi bukanlah isomer. Perbedaan antar struktur hanyalah pada posisi elektron, bukan posisi inti.
- Masing-masing struktur Lewis harus mempunyai jumlah elektron valensi dan elektron tak berpasangan. yang sama.
- Ikatan yang mempunyai orde ikatan yang berbeda pada masing-masing struktur tidak mempunyai panjang ikatan yang khas.
- Struktur yang sebenarnya mempunyai energi yang lebih rendah dibandingkan energi masing-masing struktur resonan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar