Rabu, 05 Maret 2014

Massa Jenis



Pembaca pasti pernah minum air es atau es teh. Perhatikan, mengapa es batu selalu mengapung dalam air? Pernahkah kamu mencampur air dan minyak tanah? Mengapa minyak tanah selalu berada di atas air? Semua logam tenggelam di air, tetapi kayu atau gabus terapung di air. Apa yang menyebabkan semua ini?
Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Hal inilah yang menyebabkan perbedaan kedudukan suatu benda dalam suatu zat. Es batu memiliki massa jenis yang lebih kecil daripada air sehingga dapat mengapung. Sama halnya dengan minyak tanah, minyak tanah memiliki massa jenih yang lebih kecil daripada air. Berbeda dengan logam yang memiliki massa jenis lebih besar daripada air sehingga tenggelam.
Untuk menentukan besar massa jenis suatu benda dapat dirumuskan sebagai berikut :

ρ = massa jenis
m = massa
V = volume
Satuan massa jenis dalam CGS [centi-gram-sekon] adalah: gram per sentimeter kubik (g/cm3). (1 g/cm3=1000 kg/m3)

Wujud dan Karakteristik Zat



Apa yang teman-teman ketahui tentang zat ? dan apa saja yang termasuk ke dalam zat ? setiap hari kita selalu berhubungan dengan zat. Zat itu sendiri adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Benda yang berada disekitar kita termasuk ke dalam zat. Misalnya meja, kursi, air, dan balon. Salah satu sifat zat yang mudah dikenal adalah wujudnya. Berdasarkan wujudnya, gas dibedakan menjadi tiga, yaitu :


A.      Zat Padat
Meja, kursi, bolpoin, pensil dan penggaris merupakan contoh dari zat padat. Zat padat adalah sebuah objek yang cenderung mempertahankan bentuknya ketika gaya luar mempengaruhinya.
Adapun cirri-ciri zat padat dapat diuraikan sebagai berikut :
1.        Memiliki susunan partikel yang teratur dan berdekatan serta terikat kuat oleh gaya antar partikel. Hal ini menyebabkan zat padat memiliki volume yang tetap karena tidak dapat dimampatkan menjadi lebih kecil.
2.        Gerak partikal zat padat tidak bebas, hanya bergetar dan berputar ditempatnya menyebabkan zat padat memiliki bentuk yang tetap. Contohnya, bolpoin yang kita pegang berbentuk bolpoin dan saat kita letakkan di atas meja tetap berbentuk bolpoin dan volumenya juga tetap.
B.       Zat Cair
Zat cair merupakan suatu benda yang menempati ruang sesuai bentuk ruang yang ditempati. Seperti ketika kita menuang air ke dalam gelas, maka air tersebut akan berbentuk gelas tetapi volumenya tetap sama. Mengapa ?
Hal ini terjadi karena jarak antar partikel-partikel penyusun agak berjauhan satu sama lain dan geraknya lebih bebas daripada partikel-partikel zat padat menyebabkan zat cair mengalir.
Adapun ciri-ciri dari zat padat dapat diuraikan sebagai berikut :
1.        Bentuk permukaan benda cair selalu tenang dan datar. Hal ini terlihat pada wadah yang tembus pandang, walaupun wadahnya dimiringkan, permukaan benda cair yang tenang selalu datar.
2.        Dapat menekan ke segala arah.
3.        Dapat meresap melalui celah-celah kecil (kapilaritas), seperti pada tissue yang bagian ujungnya terkena air, maka bagian lain juga akan ikut basah.
4.        Mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, seperti pada pergerakan air terjun yang mengalir deras dan jatuh melalui tebing yang curam.
C.      Zat Gas
Gas tidak dapat dilihat tetapi dapat dirasakan, pada umumnya gas tidak berwarna. Contoh dari gas adalah gas yang digunakan untuk mengisi balon.
Adapun cirri-ciri dari zat gas dapat diuraikan sebagai berikut :
1.        Memiliki bentuk yang tidak tetap. Bentuk dari zat gas tergantung dari tempat atau wadah yang menampung zat gas, jika zat gas dimasukkan ke dalam balon, maka zat gas akan membentuk balon tersebut.
2.        Menekan ke segala arah. Jika zat gas ditempatkan dalam sebuah ruang, zat gas akan memberikan tekanan ke segala arah untuk membentuk wadah tersebut. Misalnya saat kita mengisi ban sepeda dengan udara, tekanan yang diberikan udara pada ban akan merata ke segala arah sehingga ban bisa menahan beban di semua bagiannya.

Rabu, 26 Februari 2014

Kisah Abu Nawas 7 (Pekerjaan Yang Mustahil)

Pekerjaan Yang Mustahil

      Baginda baru saja membaca kitab tentang kehebatan Raja Sulaiman yang mampu memerintahkan, para jin memindahkan singgasana Ratu Bilqis di dekat istana­nya. Baginda tiba-tiba merasa tertarik. Hatinya mulai tergelitik untuk melakukan hal yang sama. Mendadak beliau ingin istananya dipindahkan ke atas gunung agar bisa lebih leluasa menikmati pemandangan di sekitar. Dan bukankah hal itu tidak mustahil bisa dilakukan karena ada Abu Nawas yang amat cerdik di negerinya.

Abu Nawas segera dipanggil untuk menghadap Baginda Raja Harun Al Rasyid. Setelah Abu Nawas dihadapkan, Baginda bersabda,

"Sanggupkah engkau memindahkan istanaku ke atas gunung agar aku lebih leluasa melihat negeriku?" tanya Baginda.

Abu Nawas tidak langsung menjawab. la berpikir sejenak hingga keningnya berkerut. Tidak mungkin menolak perintah Baginda kecuali kalau memang ingin dihukum.

Akhirnya Abu Nawas terpaksa menyanggupi proyek raksasa itu. Ada satu lagi permintaan dari Baginda, pekerjaan itu harus selesai hanya dalam waktu sebulan.

Abu Nawas pulang dengan hati masgul. Setiap malam ia hanya berteman dengan rembulan dan bintang-bintang. Hari-hari dilewati dengan kegundahan. Tak ada hari yang lebih berat dalam hidup Abu Nawas kecuali hari-hari ini.Tetapi pada hari kesembilan ia tidak lagi merasa gundah gulana.

Keesokan harinya Abu Nawas menuju istana. la menghadap Baginda untuk membahas pemindahan is­tana. Dengan senang hati Baginda akan mendengarkan, apa yang diinginkan Abu Nawas.

"Ampun Tuariku, hamba datang ke sini hanya untuk mengajukan usul untuk memperlancar pekerjaan hamba nanti." kata Abu Nawas.

"Apa usul itu?"

"Hamba akan memindahkan istana Paduka yang mulia tepat pada Hari Raya Idul Qurban yang kebetulan hanya kurang dua puluh hari lagi."

"Kalau hanya usulmu, baiklah." kata Baginda.

"Satu lagi Baginda..... " Abu Nawas menambahkan.

"Apa lagi?" tanya Baginda.

"Hamba mohon Baginda menyembelih sepuluh ekor sapi yang gemuk untuk dibagikan langsung kepada para fakir miskin." kata Abu Nawas.

"Usulmu kuterima." kata Baginda menyetujui.Abu Nawas pulang dengan perasaan riang gembira. Kini tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Toh nanti bila waktunya sudah tiba, ia pasti akan dengan mudah memindah­kan istana Baginda Raja. Jangankan hanya memindah­kan ke puncak gunung, ke dasar samudera pun Abu Nawas sanggup.

Desas-desus mulai tersebar ke seluruh pelosok negeri. Hampir semua orang harap-harap cemas. Tetapi sebagian besar rakyat merasa yakin atas kemampuan Abu Nawas. Karena selama ini Abu Nawas belum pernah gagal melaksanakan tugas-tugas aneh yang dibebankan di atas pundaknya. Namun ada beberapa orang yang meragukan keberhasilan Abu Nawas kali ini.

Saat-saat yang dinanti-nantikan tiba. Rakyat berbondong-bondong menuju lapangan untuk melakukan salat Hari Raya Idul Qurban. Dan seusai salat, sepuluh sapi sumbangan Baginda Raja disembelih lalu dimasak kemudian segera dibagikan kepada fakir miskin.

Kini giliran Abu Nawas yang harus melaksanakan tugas berat itu. Abu Nawas berjalan menuju istana diikuti oleh rakyat. Sesampai di depan istana Abu Nawas bertanya kepada Baginda Raja,

"Ampun Tuanku yang mulia, apakah istana sudah tidak ada orangnya lagi?"

"Tidak ada." jawab Baginda Raja singkat.

Kemudian Abu Nawas berjalan beberapa langkah mendekati istana. la berdiri sambil memandangi istana. Abu Nawas berdiri mematung seolah-olah ada yang ditunggu. Benar. Baginda Raja akhirnya tidak sabar.

"Abu Nawas, mengapa engkau belum juga mengangkat istanaku?" tanya Baginda Raja.

"Hamba sudah siap sejak tadi Baginda." kata Abu Nawas.

"Apa maksudmu engkau sudah siap sejak tadi? Kalau engkau sudah siap. Lalu apa yang engkau tunggu?" tanya Baginda masih diliputi perasaan heran.

"Hamba menunggu istana Paduka yang mulia diangkat oleh seluruh rakyat yang hadir untuk diletakkan di atas pundak hamba. Setelah itu hamba tentu akan memindahkan istana Paduka yang mulia ke atas gunung sesuai dengan titah Paduka."

Baginda Raja Harun Al Rasyid terpana. Beliau tidak menyangka Abu Nawas masih bisa keluar dari lubang jarum.

Sumber :
Buku Abunawas - Sang Penggeli Hati, Oleh : MB. Rahimsyah (Penerbit Lintas Media Jombang)

Kisah Abu Nawas 6 (Mengecoh Monyet)

Mengecoh Monyet

Abu Nawas sedang berjalan-jalan santai. Ada kerumunan masa. Abu Nawas bertanya kepada seorang kawan yang kebetulan berjumpa di tengah jalan.

"Ada kerumunan apa di sana?" tanya Abu Nawas.

"Pertunjukkan keliling yang melibatkan monyet ajaib."

"Apa maksudmu dengan monyet ajaib?" kata Abu Nawas ingin tahu.

"Monyet yang bisa mengerti bahasa manusia, dan yang lebih menakjubkan adalah monyet itu hanya mau tunduk kepada pemiliknya saja." kata kawan Abu Nawas menambahkan.

Abu Nawas makin tertarik. la tidak tahan untuk me­nyaksikan kecerdikan dan keajaiban binatang raksasa itu.

Kini Abu Nawas sudah berada di tengah kerumunan para penonton. Karena begitu banyak penonton yang menyaksikan pertunjukkan itu, sang pemilik monyet dengan bangga menawarkan hadiah yang cukup besar bagi siapa saja yang sanggup membuat monyet itu mengangguk-angguk.

Tidak heran bila banyak diantara para penonton mencoba maju satu persatu. Mereka berupaya dengan beragam cara untuk membuat monyet itu mengangguk-angguk, tetapi sia-sia. Monyet itu tetap menggeleng-gelengkan kepala.

Melihat kegigihan monyet itu Abu Nawas semakin penasaran. Hingga ia maju untuk mencoba. Setelah berhadapan dengan binatang  itu Abu Nawas bertanya,

"Tahukah engkau siapa aku?" Monyet itu menggeleng.

"Apakah engkau tidak takut kepadaku?" tanya Abu Nawas lagi. Namun monyet itu tetap menggeleng.

"Apakah engkau takut kepada tuanmu?" tanya Abu Nawas memancing. Monyet itu mulai ragu.

"Bila engkau tetap diam maka akan aku laporkan kepada tuanmu." lanjut Abu Nawas mulai mengancam. Akhirnya monyet itu terpaksa mengangguk-angguk.

Atas keberhasilan Abu Nawas membuat monyet itu mengangguk-angguk maka ia mendapat hadiah berupa uang yang banyak. Bukan main marah pemilik monyet itu hingga ia memukuli binatang yang malang itu. Pemilik monyet itu malu bukan kepalang. Hari berikutnya ia ingin menebus kekalahannya. Kali ini ia melatih monyetnya mengangguk-angguk.

Bahkan ia mengancam akan menghukum berat mo­nyetnya bila sampai bisa dipancing penonton mengangguk-angguk terutama oleh Abu Nawas. Tak peduli apapun pertanyaan yang diajukan.

Saat-saat yang dinantikan tiba. Kini para penonton yang ingin mencoba, harus sanggup membuat monyet itu menggeleng-gelengkan kepala. Maka seperti hari sebelumnya, banyak para penonton tidak sanggup memaksa monyet itu menggeleng-gelengkan kepala. Sete­lah tidak ada lagi yang ingin mencobanya, Abu Nawas maju. la mengulang pertanyaan yang sama.

"Tahukah engkau siapa daku?" Monyet itu mengangguk.

"Apakah engkau tidak takut kepadaku?" Monyet itu tetap mengangguk.

"Apakah engkau tidak takut kepada tuanmu?" pancing Abu Nawas. Monyet itu tetap mengangguk karena binatang itu lebih takut terhadap ancaman tuannya daripada Abu Nawas.

Akhirnya Abu Nawas mengeluarkan bungkusan kecil berisi balsam panas.

"Tahukah engkau apa guna balsam ini?" Monyet itu tetap mengangguk .

"Baiklah, bolehkah kugosokselangkangmu dengan balsam?" Monyet itu mengangguk.

Lalu Abu Nawas menggosok selangkang binatang itu. Tentu saja monyet itu merasa agak kepanasan dan mulai-panik.

Kemudian Abu Nawas mengeluarkan bungkusan yang cukup besar. Bungkusan itu juga berisi balsam.

"Maukah engkau bila balsam ini kuhabiskan untuk menggosok selangkangmu?" Abu Nawas mulai mengancam. Monyet itu mulai ketakutan. Dan rupanya ia lupa ancaman tuannya sehingga ia terpaksa menggeleng-gelengkan kepala sambil mundur beberapa langkah.

Abu Nawas dengan kecerdikan dan akalnya yang licin mampu memenangkan sayembara meruntuhkan kegigihan monyet yang dianggap cerdik.

Ah, jangankan seekor monyet, manusia paling pandai saja bisa dikecoh Abu Nawas!

Sumber :
Buku Abunawas - Sang Penggeli Hati, Oleh : MB. Rahimsyah (Penerbit Lintas Media Jombang)

Minggu, 23 Februari 2014

Serial Number IDM Versi Terbaru


Berikut ini adalah kumpulan serial number IDM versi terbaru 2013
Silahkan di Unduh saja...

Serial Number IDM Terbaru 6
S/N: 7G7QY-NZWKQ-23KRA-RAMQ4
S/N: SPOZ9-2E9IO-AKDRY-LIKEU

Serial Number IDM Terbaru 5.14
S/N: ZFX1T-5VOMY-ZIT4Y-FHFPD

Serial Number IDM Terbaru 5.14.1.0
S/N: Y30OZ-DNQH7-FRWPW-YYZMA

Serial Number IDM Terbaru 5.15.6
S/N: Y5LUM-NFE0Q-GJR2L-5B86I
S/N: 4BTJF-DYNIL-LD8CN-MM8X5
S/N: XAGZU-SJ0FO-BDLTK-B3C3V

Serial Number IDM Terbaru 5.17.3
S/N: RLDGN-OV9WU-5W589-6VZH1
S/N: HUDWE-UO689-6D27B-YM28M
S/N: UK3DV-E0MNW-MLQYX-GENA1
S/N: 398ND-QNAGY-CMMZU-ZPI39
S/N: GZLJY-X50S3-0S20D-NFRF9
S/N: W3J5U-8U66N-D0B9M-54SLM
S/N: EC0Q6-QN7UH-5S3JB-YZMEK
S/N: UVQW0-X54FE-QW35Q-SNZF5
S/N: FJJTJ-J0FLF-QCVBK-A287M

Selamat Mencoba...!

My Blog List